BANYUMAS – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Falah Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, hari ini, Senin (1/12/2025), secara resmi memulai pelaksanaan kegiatan Sumatif Akhir Semester (SAS) ganjil tahun ajaran 2025/2026. Berbeda dengan suasana tegang yang kerap menyertai ujian, kegiatan SAS di madrasah ini diawali dengan rangkaian ibadah dan doa bersama untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan memohon kelancaran.
Rangkaian Ibadah Mengawali Ujian
Sebelum para siswa disibukkan dengan lembar soal, seluruh peserta didik MI Al Falah Tinggarjaya berkumpul untuk mengikuti serangkaian kegiatan pembukaan yang khidmat. Kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna bersama-sama. Pembacaan nama-nama baik Allah ini bertujuan untuk menenangkan hati, meningkatkan konsentrasi, dan mengingatkan siswa akan kebesaran Tuhan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah di lingkungan madrasah. Sholat sunnah ini, yang dilakukan di waktu pagi, diyakini membawa berkah dan kemudahan, termasuk dalam menuntut ilmu.
> "Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa setiap usaha harus diiringi dengan doa dan tawakal kepada Allah. Kelancaran dan hasil yang memuaskan tidak hanya ditentukan oleh belajar, tetapi juga oleh kekuatan spiritual," ujar Kepala MI Al Falah Tinggarjaya.
>
Doa Bersama Memohon Kemudahan
Puncak dari rangkaian pembukaan SAS adalah sesi doa bersama. Dalam suasana penuh harap, siswa-siswi diajak untuk memanjatkan doa secara kolektif. Mereka bersama-sama memohon agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan setiap soal ujian, serta berharap mendapatkan hasil yang memuaskan sebagai buah dari jerih payah belajar selama satu semester.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa. Mereka terlihat khusyuk mengikuti setiap tahapan, menunjukkan kesiapan mental dan spiritual dalam menghadapi evaluasi akhir semester.
Pesan Positif untuk Siswa
Pelaksanaan SAS di MI Al Falah Tinggarjaya dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan, mencakup seluruh mata pelajaran kurikulum madrasah. Dengan diawali kegiatan spiritual, madrasah berharap para siswa dapat menjalani ujian dengan hati yang tenang, jujur, dan penuh semangat.
"Semoga dengan diawali ibadah dan doa, anak-anak kita tidak hanya sukses dalam ujian akademik, tetapi juga semakin matang dalam perilaku dan keimanan," tutup salah seorang guru saat mengakhiri sesi doa. Ujian ini diharapkan menjadi refleksi akhir atas proses pembelajaran yang telah berlangsung, dan menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan prestasi di semester berikutnya.











